fhietz's clock
u'R coMmeNtZ...!!!!
Jumat, 16 Oktober 2009
Kabupaten Kuantan Singingi, yang terdiri dari 12 kecamatan ini baru saja melangsungkan ulang tahun yang ke-10. kita sebagai warga Kabupaten tercinta ini pastinya bahagia atas bertambahnya usia kabupaten kita. Karena rasa bahagia inilah Bupati kabupaten Kuantan Singingimengadakan beberapa ivent. Salah satu ivent tersebut adalah jalan santai yang diikuti oleh warga. Mulai dari anak-anak kecil sampai orang-orang tua yang sangat gembira dalam memeriahkan acara ini.
Semakin bertambahnya umur Kab.KUANSING semakin bertambah pula harapan yang ingin kita wujudkan.Selain itu,banyak pula tantangan yang akan kita hadapi untuk memajukan Kab.KUANSING kita yang tercinta ini.Marilah!Kita semua yang tinggal di Kab.KUANSING,sebagai warga yang baik marilah kita bersama,bersatu untuk memajukan dan mewujudkan impian dan harapan kita semua.
Jika Kuansing dipandang dunia luar, tentu kita sebagai warga Kuansing ikut merasa bahagia,,,,,,,,,,,,,,
Kuansing ku....
Kabupaten ku........
tempat berpijakku.....
Majulah, aku mendukungmu......
Waktu terus berjalan, Sang surya yang terbit di hari ini , Takkan kita jumpai di hari esok, Dunia memang semakin tua , Sejalan dengan usia yang bertambah , Kita tak pernah tahu, Apa yang akan terjadi pada kita, Sebelum itu benar-benar terjadi, Itulah kuasa Tuhan , Yang harus selalu kita ingat, Wahai umat manusia , Banyak- banyaklah berbuat amal sebelum waktu memusnahkan engkau. Lihatlah kini bumi pertiwi kita menangis,,,,,,,,,,canda tawa tak ada lagi,,,,………………
Dari untaian kalimat di atas ada hikmah yang dapat kita ambil, dimana mengenang peristiwa yang telah menimpa saudara kita di Sumatra Barat, tepatnya di Daerah Pariaman. Gempa bumi ini terjadi pada tanggal 30 september 2009 lalu, pada pukul 17.16 WIB dengan kekuatan 7,6 SR. Gempa susulan yang terjadi berikutnya dengan kekuatan 6,7 SR. Sungguh dahsyat, karena sampai kini diperkirakan ratusan orang meninggal, dan ribuan orang lainnya menghilang dan belum ditemukan. Usaha pencarian masih terus dilakukan dengan maksimal.
Selain itu, gempa juga terjadi di Provinsi Jambi, tepatnya Daerah Kerinci dengan kekutan 5,1 SR. Gempa yang terjadi baik di Sumatra Barat maupun di Jambi akibat adanya benturan lempeng Indo- Austrlia di bawah lapisan bumi kita.
Jika kita perhatikan, jerit tangis saudara kita yang menjadi korban, sungguh memilukan. Kini tidak terketukkah hati nurani kita untuk terus banyak melakukan ibadah kepada Sang Khalik, karena Dia dengan mudah dapat melakukan apa yang Dia inginkan. Mari saudara ku, lekas kita bertobat dan meminta ampun kepada-Nya.
Senin, 28 September 2009
SMA PINTAR dengan SUKARMIS
Dalam proses penyambutan bapak Bupati ini beliau mengacungkan jempol pada keramahan dan kesopanan para siswa SMA Pintar dalam menyambut beliau.Beliau mengharapkan kebiasaan ini dapat dipertahankan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dimanapun berada.
Acara ini dihadiri oleh para orang-orang penting dan pejabat-pejabat pemerintah seperti,Bpk sekda Kuansing,Bpk Kadis,ketua DPRD kuansing ,dan para pemerintah yang berada Kuantan tengah.Kami juga melaksanakan shalat maghrib,isya’,dan dilanjutkan dengan tarawih dan witir.Setelah melaksanakan shalat berjamaah ,bapak bupati dan clien lain memberikan sedikit petuah-petuah mereka kepada kami khusus siswa SMA Pintar yang mengharapkan sekolah yang dibiayai oleh Pemda ini bisa menunjukan eksistensinya dan mengangkat nama Kabupten Kuantan Singingi.
Demikian tulisan ini dibuat semoga Kabupaten Kuantan Singingi kedepan semakin MAJU DAN JAYA.
BASATU NAGORI MAJU OC...
Minggu, 13 September 2009
MALAM
Malam tiadakah engkau tahu bahwa ada ridu yg menghampirimu…
di saat hati di landa kesepian tatkala gelisah rasa di jiwa…
wajahnya selalu terbayang-bayang di keheningan malam yang tak bertepi…
akan kuselipkan kata-kata RINDU ini untuknya…..
seseorang yang sangat aku cintai…
Jumat, 11 September 2009
Untukmu Sahabat
Sahabat........
Lihatlah bintang itu
Begitu indah
Andai aku diberi kesempatan untuk terbang
Andai aku diberi kesempatan untuk menggapainya
Percayalah, aku akan membawamu
Sahabat
Lihatlah aku
Seorang lemah yang membutuhkanmu
Temani hari- hari hampaku
Seorang yang tak mampu melangkah tanpamu
Sahabat........
Rasakanlah
Detak jantungku yang mulai melambat
Membuatku semakin lemah
Darahku yang mulai enggan mengalir
Dadaku yang muai tersesakkan
Aku merana tanpamu
Sahabat.......
Peganglah tanganku
Berjanjilah padaku akan setiamu
Jangan pernah lupakan aku
Jangan hilangkan aku dari hatimu
Peganglah tanganku
Rasakanlah bahagiaku saat bersamamu
Sahabat untuk yang terakhir kalinya
Dengarlah aku
Saat aku sakit, kunjungilah aku
Mungkin itu terakhir kali kita berjumpa
Saat aku tiada kelak
Jangan pernah lupakan kenangan kita
Aku sahabat yang mencintaimu
11 september 2009
Minggu, 30 Agustus 2009

MUSIK MODERN INDONESIA
Nama : Fitria Indah Sari
Kelas : XII IPA 2
Guru : Ronaldo Rozalino S.Sn
Art Of Culture
Wilayah nusantara terdiri dari berbagai daerah/suku budaya, sehingga kaya akan keragaman seni musik. Musik nusantara sering diidentikkan dengan musik tradisional, sedangkan musik modern berasal dari Barat. Apakah nusantara tidak memiliki musik modern? Seiring dengan perkembangan jaman yang telah mengglobal, seni musik nusantara pun berinteraksi dan dapat pengaruh dari unsur-unsur musik Barat dan lahirlah musik-musik modern nusantara.
Pada umumnya, kaum muda saat ini lebih mengenal musik modern daripada musik tradisional/daerah. Hal ini dapat kita lihat pada setiap konser musik modern selalu dipadati oleh kaum muda dan juga kalau kita perhatikan media musik di HP/komputer kaum muda maka hampir 99,99% adalah album musik modern.
Musik modern nusantara dapat dekelompokkan ke dalam beberapa jenis, antara lain:
1. Dangdut, ciri-cirinya: melodi dan harmoni sederhana, tangga nada cendrung minor, ekspresi berdasarkan keserasian lirik, beat konstan, lebih menekankan keindahan gerak.
2. Pop, ciri-cirinya: melodi mudah diterapkan dengan berbagai karakter lirik, fleksibel dan mudah dipadukan dengan dengan jenis lain, lagu mudah disenandungkan dan mudah dipahami, harmoni tidak rumit, tempo bervariasi.
3. Balada, ciri-cirinya: mirip dengan pop, tempo lambat dan sedang, pola melodi bervariasi, lirik ekspresif, mengisahkan suka duka kehidupan.
4. Rock, ciri-cirinya: area nada luas, kekuatan terletak pada dinamika aransemen, lagu sulit disenandungkan, lirik lagu ekspresif, beat cendrung keras, tempo lambat/cepat, harmoni sangat rumit.
Berikut ini beberapa contoh musik modern:
1. sebelum-cahaya-letto
2. Hitamku-Andra TB
3. Kau Curi-J Rocks
Rabu, 19 Agustus 2009
PEKAN SENI DAERAH
Pacu jalur adalah salah satu kebudayaan masyrakat Kuntan Singingi yang sngat patut dibanggakan oleh rakyat Kunsing .kebudayaan ini sudah dilaksanakan dari dahulu dari masa nenek moyang kita yang sampai sekarang masih utuh dijaga oleh para penerusnya.saya sebagai anak kunsing sangat bangga mempunyai kebudayaan pacu jalur ini ,kebudayaan ini tak hanya merenggut hati para peminat rakyat kuansing tapi juga bisa mendapatkan hati masyarakat diluar kunsing bahkan juga para turis sangat antusias ingin menyaksikan pacu jalur ini .
Di awal abad ke-17, jalur merupakan alat transportasi utama warga desa di Rantau Kuantan, yakni daerah di sepanjang Sungai Kuantan yang terletak antara Kecamatan Hulu Kuantan di bagian hulu hingga Kecamatan Cerenti di hilir. Saat itu memang belum berkembang transportasi darat. Akibatnya jalur itu benar-benar digunakan sebagai alat angkut penting bagi warga desa, terutama digunakan sebagai alat angkut hasil bumi, seperti pisang dan tebu, serta berfungsi untuk mengangkut sekitar 40 orang.
Kemudian muncul jalur-jalur yang diberi ukiran indah, seperti ukiran kepala ular, buaya, atau harimau, baik di bagian lambung maupun selembayung-nya, ditambah lagi dengan perlengkapan payung, tali-temali, selendang, tiang tengah (gulang-gulang) serta lambai-lambai (tempat juru mudi berdiri). Perubahan tersebut sekaligus menandai perkembangan fungsi jalur menjadi tidak sekadar alat angkut, namun juga menunjukkan identitas sosial. Sebab, hanya penguasa wilayah, bangsawan, dan datuk-datuk saja yang mengendarai jalur berhias itu.
Baru pada 100 tahun kemudian, warga melihat sisi lain yang membuat keberadaan jalur itu menjadi semakin menarik, yakni dengan digelarnya acara lomba adu kecepatan antarjalur yang hingga saat ini dikenal dengan nama pacu jalur. Pada awalnya, pacu jalur diselenggarakan di kampung- kampung di sepanjang Sungai Kuantan untuk memperingati hari besar Islam.
Saat itu, karena berangkat dari kemeriahan antarkampung yang sangat sederhana, maka untuk para juara lomba tidak ada hadiah yang diperebutkan, yang ada adalah acara makan bersama warga sekampung dengan menu makanan tradisional setempat, seperti konji, godok, lopek, paniaran, lida kambiang, dan buah golek. Tetapi, di beberapa kampung ada juga yang menyediakan hadiah berupa marewa (bendera kain berwarna-warni berbentuk segi tiga dengan renda di bagian tepinya), yang diberikan untuk juara satu hingga empat dengan perbedaan pada ukuran kainnya.
Kegiatan-kegiatannya dalam Upacara Pacu Jalur antara lain adalah :
a) Membuat Jalur (membuat perahu / sampan)
Pekerjaan membuat jalur tentulah tidak dapat dilakukan satu atau dua orang, melainkan memerlukan beberapa orang yang ahli dengan bantuan masyarakat, karena jalur yang dibuat adalah dalam ukuran besar, panjangnya 25-30 meter yang akan didayung oleh 50-60 orang.
Pekerjaan yang pertama sekali dilakukan adalah mencari bahan, yakni pohon kayu besar sekitar empat pemeluk (antara 45 meter lingkaran batangnya) diatur oleh seorang Paktuo dan Dukun Kayu. Setelah kayu didapat, pekerjaan berikutnya adalah upacara menobang (menebang) kayu yang diawali dengan malembe, yakni membaca doa dan mantra supaya pekerjaan itu berjalan lancar. Selesai itu barulah kayu mulai dicatuk, mulai dilukai. Catukan (kepingan kayu) diambil dan disimpan yang akan dipergunakan sebagai obat jika ada diantara pekerja pembuat jalur sakit. Setelah kayu ditebang dan dibersihkan, barulah pekerjaan membuat jalur dimulai dengan dipimpin oleh seorang Tukang Tuo, dibantu oleh Tukang Pengapik sebanyak dua atau tiga orang serta anggota masyarakat lainnya yang mau membantu dan pandai bertukang.
b) Menarik Jalur
Jalur baru siap separuhnya itu ditarik ke kampung dengan upacara khusus yang disebut menarik jalur. Jalur ditarik dengan mempergunakan rotan manau. Pekerjaan menarik (menghelo) jalur ini dilakukan oleh kaum laki-laki, sedangkan wanitanya menyediakan makanan. Pada waktu itulah para pemuda dan pemudi dapat berdampingan bersenda gurau sambil ajuk mengajuk hati masing-masing. Bahkan, tidak jarang para pemuda turut pula menarik/menghelo jalur berdekatan dengan sang pemudi impiannya. Menarik jalur dari rimba ke kampung adalah pekerjaan yang tidak ringan, bukan saja karena jalur itu sangat berat tetapi jarak yang ditempuh cukup jauh, yakni lebih kurang sepuluh (10) kilometer.
c) Mendiang Jalur (memanggang Jalur)
Setelah jalur selesai dua pertiga, maka jalur itu perlu pula didiang (dipanaskan dengan api). Pekerjaan itupun dilakukan dengan upacara khusus pula dan dimeriahkan dengan berbagai atraksi kesenian masyarakatnya seperti : tari-tarian, bekayat nandong, gondang berogung dan lain sebagainya.
d) Menurunkan Jalur
Dalam menghadapi acara Pacu Jalur, Paktuo lah yang mengatur dan mempersiapkan segala kelengkapannya termasuk menentukan orang-orang yang turut berpacu di dalam jalur itu. Setelah semuanya siap, ditentukanlah ketika yang baik untuk menurunkan jalur itu ke sungai Kuantan. Pada hari dan ketika yang baik menurut dukun, jalurpun diturunkan beramai-ramai, kemudian diceburkan ke air.
e) Pacu Jalur
Pacu Jalur dipusatkan di Taluk Kuantan. Sebelum pembukaan di Taluk Kuantan, terlebih dahulu diadakan pula di Kecamatan Basrah acara Pacu Jalur Lokal, yang hanya diikuti oleh peserta dari Kecamatan Kuantan Hilir. Kebiasaan ini mulai timbul sejak tahun 1970, dan berlangsung sebelum tanggal 17 Agustus setiap tahunnya. Sedangkan Pacu Jalur dilakukan sesudah tanggal 17 Agustus tepatnya minggu ketiga atau keempat yang tersedia sambil menunggu giliran untuk berpacu. Dalam berpacu jalur, panduan rute yang harus dilalui oleh peserta pacuan, di tengah sungai diberi tanda berupa pancang sebagai pemisah lajur jalur panduan rute yang harus dilalui oleh peserta pacuan, di tengah sungai diberi tanda berupa pancang sebagai pemisah lajur jalur.
Pancang jumlah ada 4 (empat) buah yang memberi petunjuk :
- Pancang Mudiak (hulu tempat start)
- Pancang Tongah
- Pancang Ulak yang disebut juga pancang akhir (hilir) tempat jalur kembali ke finishnya. Setelah berpacu, jalur-jalur itu dirapatkan ke tebing tempat hakim pacu menunggu. Pengumuman hakim siapa pemenangnya akan disambut tepuk sorak penonton.
Pacu jalur tahun 2009 sekarang sangat meriah tidak kalah dengan suasana pacu jalur tahun tahun 2008 kemaren ,tapi disini saya melihat sedikit keganjalan pada pacu jalur tahun sekarang ,ada sekelompok orang yang pemalas ,berat tangan untuk bekerja ,tidak mensyukuri nikmat diberikan Tuhan sengaja memamfaatkan suasana saat ini yakni para pengamen.Mereka meminta-minta seperti orang buta padahal sebenarnya mereka tidak buta ini harus mendapat tindakan yang mempunyai hak untuk mengatasinya.Keganjalan lainnya adalah banyaknya para pencopet yang berkeliaran maka dari itu kita harus berhati hati terhadap barang bawaan kita.Tapi walaupun begitu dengan ada kebudayaan pacu jalur ini saya sangat senang dan semoga kebudayaan ini semakin di cintai oleh masyarakat Kuansing.amin
RSS Feed 




