fhietz's clock
u'R coMmeNtZ...!!!!
Jumat, 06 November 2009
Siapa yang mencederai, yang membelakangi, yang melecehkan komitmen Sumpah Pemuda dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia itu, mes-tinya berhitung bahwa mereka akan berhadapan dengan pemuda dan rakyat Indonesia secara keseluruhan yang akan merasa kedaulatan dan kehormatan-nya serasa dilukai”.
Suatu gagasan luar biasa juga dibentangkannya. Dikemukakannya bahwa jika ditelusuri secara cermat kelahiran bangsa Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, sesungguhnya dia dibangun atas dasar konsepsi SARA, yaitu dari bangunan keragaman suku, bangsa, agama dan warna kulit pemuda Indonesia dari berbagai daerah-daerahlah yang mendeklarsikan Sumpah Pemuda untuk menyatukan Indonesia dari Sabang sampai Marauke. Tetapi dipertanyakannya, justru kenapa SARA saat ini yang kemudian berbalik menjadi ancaman konflik antar masyarakat, yang hampir saja memperok-porandakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia?
***
Kegamangan Almarhum Husni Djamaluddin yang dikenal memiliki sumber-sumber pemikiran orisinil atas kedalaman perenungan yang dikaruniahkan Tuhan kepadanya, di saat-saat melanjutkan perjuangan yang tertatih-tatih untuk --- tidak sabar lagi, segera sekarang saja! --- pembentukan Propinsi Sulawesi Barat. Dikegamangannya dikatakan bahwa kenapa untuk membentuk suatu wilayah pemerintahan propinsi saja, kita mesti dan harus bekerja keras seperti ini, harus dengan semangat “perjuangan” (sebaimana dicontohkannya penamaan yang digunakan Komite “Perjuangan” Pembentukan Propinsi Sulbar), seperti saja ketika kita berjuang dalam pencapaian kemerdekaan Indonesia.
Bukankah bangsa Indonesia katanya sudah sekian puluhan tahun telah men-capai kemerdekaannya, dan tidak ada golongan kolonialis di bangsa Indonesia yang harus di lawan. Apa juga toh salah katanya, “Mendirikan Propinsi Sulawesi Barat, bukanlah bermaksud memisahkan orang-orang Indonesia yang bersuku Mandar, dari Saudaranya yang ber-KTP R.I., orang-orang Mandar adalah juga orang Indonesia, tetap ber-KTP R.I.”, ungkapnya pada saat Kongres Rakyat mandar dilaksanakan di Majene pertengahanh 2001.
Kegelisahan tentang nasionalisme keindonesiaan semakin menguat, ketika saya bersama sekolompok anak-anak muda Mandar bermaksud menerbitkan sebuah tabloid khusus untuk mendukung perjuangan pembentukan Propinsi Sulawesi Barat. Sebagai konsultan, Alamarhum secara terbuka mengatakan ketidak-sepakatnya jika tabloid itu dinamai “Mandar Pos”, dengan dalih bahwa lagi-lagi nanti dicurigai sebagai orang-orang yang bergerak atas nama kesukuan, dipandang oleh penguasa sebagai bagian dari kaum separatis yang akan melakukan “pemberontakan” daerah.
Hanya saja Almarhum kemudian bersepakat, ketika saya mencoba memberi argumen, bahwa penamaan “Mandar” untuk tabloid ini bukanlah dalam pengertian suku, tetapi menjadi dari “Nama” dan “Identitas” dimana tabloid ini beredar, serta cakupan pemberitaannya yang mendekatkannya pada segmen pembacanya orangt-orang Mandar. Alamarhum mengangguk-angguk, sedikit agak setuju. Tetapi ketika mencoba memberi argumen dengan logika terbalik, ia tersernyum setuju.
Jumat, 23 Oktober 2009
Kuantan singngi berhasil memperoleh penghargaan dari mentri kehutanan karena telah berhasil melaksanakan penghijauan dengan sukses.
Saya merasa bangga dan senang mendengar beritatersebut.. Dan selamat sayai ucapkan kepada kabupaten Kuansing yang telah memperoleh penghargaan. Penghargaan tersebut diperoleh atas kerjasama masyarakat kuansing. Semoga dengan penghargaan tersebut Kuansing lebih maju dan dapat kita banggakan bersama.
Semoga masyarakat kuansing tetap menjaga dan memelihara penghijauan yang ada,karena penghijauan tersebut banyak manfaatnya salah satunya dapat mencegah terjadinya banjir.
Sekali lagi selamat atas piagam yang diperoleh dan lebih ditingkatkan lagi.
Jumat, 16 Oktober 2009
Kabupaten Kuantan Singingi, yang terdiri dari 12 kecamatan ini baru saja melangsungkan ulang tahun yang ke-10. kita sebagai warga Kabupaten tercinta ini pastinya bahagia atas bertambahnya usia kabupaten kita. Karena rasa bahagia inilah Bupati kabupaten Kuantan Singingimengadakan beberapa ivent. Salah satu ivent tersebut adalah jalan santai yang diikuti oleh warga. Mulai dari anak-anak kecil sampai orang-orang tua yang sangat gembira dalam memeriahkan acara ini.
Semakin bertambahnya umur Kab.KUANSING semakin bertambah pula harapan yang ingin kita wujudkan.Selain itu,banyak pula tantangan yang akan kita hadapi untuk memajukan Kab.KUANSING kita yang tercinta ini.Marilah!Kita semua yang tinggal di Kab.KUANSING,sebagai warga yang baik marilah kita bersama,bersatu untuk memajukan dan mewujudkan impian dan harapan kita semua.
Jika Kuansing dipandang dunia luar, tentu kita sebagai warga Kuansing ikut merasa bahagia,,,,,,,,,,,,,,
Kuansing ku....
Kabupaten ku........
tempat berpijakku.....
Majulah, aku mendukungmu......
Waktu terus berjalan, Sang surya yang terbit di hari ini , Takkan kita jumpai di hari esok, Dunia memang semakin tua , Sejalan dengan usia yang bertambah , Kita tak pernah tahu, Apa yang akan terjadi pada kita, Sebelum itu benar-benar terjadi, Itulah kuasa Tuhan , Yang harus selalu kita ingat, Wahai umat manusia , Banyak- banyaklah berbuat amal sebelum waktu memusnahkan engkau. Lihatlah kini bumi pertiwi kita menangis,,,,,,,,,,canda tawa tak ada lagi,,,,………………
Dari untaian kalimat di atas ada hikmah yang dapat kita ambil, dimana mengenang peristiwa yang telah menimpa saudara kita di Sumatra Barat, tepatnya di Daerah Pariaman. Gempa bumi ini terjadi pada tanggal 30 september 2009 lalu, pada pukul 17.16 WIB dengan kekuatan 7,6 SR. Gempa susulan yang terjadi berikutnya dengan kekuatan 6,7 SR. Sungguh dahsyat, karena sampai kini diperkirakan ratusan orang meninggal, dan ribuan orang lainnya menghilang dan belum ditemukan. Usaha pencarian masih terus dilakukan dengan maksimal.
Selain itu, gempa juga terjadi di Provinsi Jambi, tepatnya Daerah Kerinci dengan kekutan 5,1 SR. Gempa yang terjadi baik di Sumatra Barat maupun di Jambi akibat adanya benturan lempeng Indo- Austrlia di bawah lapisan bumi kita.
Jika kita perhatikan, jerit tangis saudara kita yang menjadi korban, sungguh memilukan. Kini tidak terketukkah hati nurani kita untuk terus banyak melakukan ibadah kepada Sang Khalik, karena Dia dengan mudah dapat melakukan apa yang Dia inginkan. Mari saudara ku, lekas kita bertobat dan meminta ampun kepada-Nya.
Senin, 28 September 2009
SMA PINTAR dengan SUKARMIS
Dalam proses penyambutan bapak Bupati ini beliau mengacungkan jempol pada keramahan dan kesopanan para siswa SMA Pintar dalam menyambut beliau.Beliau mengharapkan kebiasaan ini dapat dipertahankan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dimanapun berada.
Acara ini dihadiri oleh para orang-orang penting dan pejabat-pejabat pemerintah seperti,Bpk sekda Kuansing,Bpk Kadis,ketua DPRD kuansing ,dan para pemerintah yang berada Kuantan tengah.Kami juga melaksanakan shalat maghrib,isya’,dan dilanjutkan dengan tarawih dan witir.Setelah melaksanakan shalat berjamaah ,bapak bupati dan clien lain memberikan sedikit petuah-petuah mereka kepada kami khusus siswa SMA Pintar yang mengharapkan sekolah yang dibiayai oleh Pemda ini bisa menunjukan eksistensinya dan mengangkat nama Kabupten Kuantan Singingi.
Demikian tulisan ini dibuat semoga Kabupaten Kuantan Singingi kedepan semakin MAJU DAN JAYA.
BASATU NAGORI MAJU OC...
Minggu, 13 September 2009
MALAM
Malam tiadakah engkau tahu bahwa ada ridu yg menghampirimu…
di saat hati di landa kesepian tatkala gelisah rasa di jiwa…
wajahnya selalu terbayang-bayang di keheningan malam yang tak bertepi…
akan kuselipkan kata-kata RINDU ini untuknya…..
seseorang yang sangat aku cintai…
Jumat, 11 September 2009
Untukmu Sahabat
Sahabat........
Lihatlah bintang itu
Begitu indah
Andai aku diberi kesempatan untuk terbang
Andai aku diberi kesempatan untuk menggapainya
Percayalah, aku akan membawamu
Sahabat
Lihatlah aku
Seorang lemah yang membutuhkanmu
Temani hari- hari hampaku
Seorang yang tak mampu melangkah tanpamu
Sahabat........
Rasakanlah
Detak jantungku yang mulai melambat
Membuatku semakin lemah
Darahku yang mulai enggan mengalir
Dadaku yang muai tersesakkan
Aku merana tanpamu
Sahabat.......
Peganglah tanganku
Berjanjilah padaku akan setiamu
Jangan pernah lupakan aku
Jangan hilangkan aku dari hatimu
Peganglah tanganku
Rasakanlah bahagiaku saat bersamamu
Sahabat untuk yang terakhir kalinya
Dengarlah aku
Saat aku sakit, kunjungilah aku
Mungkin itu terakhir kali kita berjumpa
Saat aku tiada kelak
Jangan pernah lupakan kenangan kita
Aku sahabat yang mencintaimu
11 september 2009
RSS Feed 




